London – Arsenal harus mengakui keunggulan Borussia Dortmund dengan skor 2-3 dalam final Piala Emirates (Emirates Cup) yang digelar di Emirates Stadium, Minggu (9/8/2026). Kemenangan ini membawa trofi pramusim ke tangan Die Schwarzgelben, mengakhiri rentetan empat kemenangan beruntun Arsenal di turnamen tersebut.
Pertandingan yang menjadi bagian dari rangkaian uji coba pramusim ini diwarnai penampilan klinis pemain muda Dortmund dan sejumlah celah di lini belakang The Gunners. Arsenal, yang baru saja dinobatkan sebagai juara Premier League musim sebelumnya, tampil mendominasi penguasaan bola (sekitar 56-57 persen) serta menciptakan lebih banyak peluang, namun kesulitan menahan serangan cepat lawan.
Sebelum kick-off, Arsenal memperkenalkan rekrutan anyar mereka, Bruno Guimarães, di hadapan pendukung di Emirates. Namun, suasana meriah itu segera pudar. Di menit ke-7, Samuele Inácio (18 tahun) membuka keunggulan Dortmund. Pemain muda Italia itu menerima umpan terobosan dari Felix Nmecha (atau Lukas Nmecha menurut sejumlah laporan) di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan silang yang mengalahkan Kepa Arrizabalaga.
Dortmund memperbesar skor menjadi 0-2 di menit ke-29 lewat Konstantinos
Karetsas. Debutant berusia 18 tahun asal Yunani ini menuntaskan aksi individu
panjang dengan tendangan melengkung indah ke sudut jauh gawang. Arsenal sempat
mendapat peluang, termasuk situasi yang sempat diganjar penalti sebelum wasit
Chris Kavanagh mengubah keputusan menjadi tendangan bebas. Tembakan Viktor
Gyökeres dari situasi itu melambung.
Masuk babak kedua, Arsenal meningkatkan intensitas. Ethan Nwaneri, yang masuk sebagai pengganti Martin Ødegaard sekitar menit ke-32, memperkecil ketertinggalan di menit ke-54. Nwaneri menyelesaikan umpan silang atau cutback sempurna dari Christos Tzolis dengan tembakan akurat ke sudut gawang. Tzolis, rekrutan musim panas yang tampil menonjol, menjadi motor serangan Arsenal sepanjang laga.
Namun, hanya empat menit kemudian Dortmund langsung mengembalikan keunggulan dua gol. Joane Gadou (19 tahun) memanfaatkan kekacauan di kotak penalti Arsenal setelah tendangan sudut. Kesalahan pembersihan bola, termasuk keterlibatan Riccardo Calafiori, membuat Gadou leluasa mencetak gol menjadi 1-3.
Arsenal tidak menyerah. Di menit ke-69, Tzolis kembali berperan ketika diganjal di dalam kotak penalti (oleh pemain pengganti Kaua Prates atau Jobe Bellingham menurut sumber berbeda). Gyökeres dengan tenang mengeksekusi penalti, mengarahkan bola ke arah berlawanan dengan kiper Alexander Meyer, dan memperkecil skor menjadi 2-3.
Menit-menit akhir Arsenal terus menekan. Gabriel Martinelli sempat mencetak gol di masa injury time, tetapi wasit membatalkannya karena offside. Skor akhir tetap 2-3 untuk Dortmund. Setelah laga, sesuai kesepakatan pra-pertandingan, digelar adu penalti terlepas dari hasil reguler. Arsenal unggul 5-4, dengan kiper Illan Meslier berhasil menepis satu tendangan Dortmund. Namun, trofi Emirates Cup tetap menjadi milik Dortmund berdasarkan hasil 90 menit.
Hasil ini menjadi kekalahan kedua beruntun Arsenal di pramusim, setelah sebelumnya tumbang 1-3 dari Real Betis. Pelatih Mikel Arteta masih harus memoles lini belakang yang terlihat rawan, meskipun pemain seperti Tzolis, Nwaneri, dan Gyökeres memberikan sinyal positif. Sementara itu, Dortmund di bawah Niko Kovac menunjukkan efektivitas pemain muda mereka meski tidak membawa seluruh skuad utama.
Arsenal masih memiliki satu laga pramusim tersisa, menghadapi Como di Emirates Stadium, sebelum menghadapi Manchester City di Community Shield. Dortmund sendiri akan melanjutkan persiapan dengan uji coba melawan Roma sebelum menghadapi Bayern Munich di Franz Beckenbauer Supercup.
Kekalahan di depan pendukung sendiri ini menjadi pengingat bahwa musim kompetitif
yang sesungguhnya masih menunggu, dan Arsenal perlu segera memperbaiki
ketajaman serta soliditas mereka.









